Rapat Upaya Penanggulangan Penyakit DBD

SALAM SEHAT !


Kondisi curah hujan yang tidak menentu, disertai genangan air yang menjadi sarang jentik nyamuk Aedes Aegypti sehingga terjadi peningkatan kasus DBD. 


Total Kasus DBD tahun 2022 sampai dengan Bulan Oktober yaitu 35 Kasus.

Terbanyak selatpanjang timur 15 kasus, selatpanjang kota 8 kasus ,alahair 6 kasus, sisanya di banglas , alah air, selatpanjang selatan, tebing tinggi barat dan tg samak.

 

Kasus DBD mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 hanya 8 kasus . 

Namun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 240 kasus DBD.

Pada tahun 2022 masih belum mencapai puncaknya. 

Jika berdasarkan siklus 5 tahunan, perkiraan kasus DBD akan mengalami puncaknya pada tahun 2024, ini hanya perkiraan, mengingat biasanya pada musim hujan saat ini kasus DBD mengalami peningkatan yang signifikan.

 

Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas melakukan berbagai upaya pencegahan dan bekerjasama dengan lintas sektor terkait superti Penyuluhan kepada keluarga terduga DBD dan masyarakat, menaburkan bubuk Larvasida (Abate) kepada tempat yang diperkirakan ada jentik Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).


Sebagai upaya pencegahan meningkatnya kasus DBD,  Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas dan Lintas sektor terkait akan melakukan Fogging, Gerakan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN) dan Larvasidaasi diwilayah Selatpanjang dan Alahair pada hari Sabtu tanggal 29 oktober 2022. 

 

Kadis Kesehatan Muhammad Fahri, SKM mengharapakan kepada Tenaga Kesehatan yang ada  agar lebih waspada dan Proaktif dalam upaya pencegahan kasus DBD dikabupaten Kepulauan dan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit DBD. 

 

Kegiatan pencegahan melalui 3M Plus tetap menjadi Prioritas utama pencegahan DBD dibandingkan Tindakan penyemprotan / Fogging karena pengasapan tersebut mengandung racun, dan hanya membunuh nyamuk dewasa saja namun tidak membunuh jentik nyamuk.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *